Sabtu, 27 November 2010

Rossi akan jajal motor barunya

Rossi dijadwalkan menjajal Ducati Desmosedici di sirkuit Ricardo Tomo, Valencia, sekitar pukul 17.00 waktu setempat selama dua hari ke depan. Namun, sebelum sesi itu berlangsung, mekanik Rossi, Alex Briggs sedikit membocorkan foto motor Ducati yang akan dipakai Rossi nanti.

Berdasarkan foto yang diunggah Briggs dalam akun Twitter-nya dan dirilis di situs gpone.com, Selasa (9/11), Desmosedici besutan Rossi tidak dilebur cat merah tapi didominasi warna hitam. Namun begitu, tunggangan Rossi akan memakai nomor start khasnya yaitu 46. Pemilihan warna hitam pada motor Rossi itu ditengarai status sang pembalap yang yang hingga akhir tahun ini ia masih terikat kontrak dengan Yamaha.

Buat tim Ducati, tes ini terbilang krusial. Pasalnya, hanya dalam waktu dua hari Rossi harus menentukan mesin apa yang nantinya akan dikembangkan untuk balapan musim depan. Kabarnya, Rossi akan disodori mesin Desmosedici jenis big bang dan screamer.

"Ini adalah aspek yang paling penting dari tes ini. Untuk memilih motor mana yang akan dikembangkan. Untuk itu kami akan memberikan para pembalap tiga motor: sasis GP 10 bermesin big bang, dan dua GP 11, satu dengan mesin big bang evolution dan satu lagi dengan mesin screamer" kata bos tim Ducati, Filippo Preziozi. "Rossi akan mulai dengan GP 11 big bang, lalu berlanjut dengan motor lainnya," tambahnya.

Checa Kembali Ke Motogp

Musim ini, pebalap asal Finlandia itu, mengalami kesulitan untuk bertarung di level Motogp dan hingga GP Australia, hanya sanggup menempati posisi ke-17 di klasemen. Situasi ini terjadi setelah ia mengalami cedera bahu yang diperolehnya di GP Prancis. Pramac melepas Kallio juga dengan alasan agar pebalap ini bisa memulihkan cederanya dan siap bertarung lagi di ajang balap untuk musim 2011, dengan kemungkinan di kelas Moto2.

"Cedera ini makin terasa setelah GP Jepang, terutama di bahu kiri. Saya segera berbicara dengan tim dan mereka mengerti akan situasi yang saya alami dan menyetujui saya mencoba di Malaysia dan Australia sebelum memutuskan untuk meneruskan musim ini atau tidak," sebut Kallio.

Kontrak dengan Checa sendiri hanya berlaku untuk musim 2010 ini dan berakhir setelah Portugal dan Valencia. Bos tim, Paolo Campinoti menolak anggapan bahwa Checa akan masuk timnya bersama Aleix Espargaro untuk musim 2011.

"Untuk saat ini, kami berpikir hanya untuk pengganti di dua seri terakhir. Setelah kami menandatangani kesepakatan, kami baru akan mengumumkannya," kata Campinoti.

Akhirnya Yamaha Ijinkan Rossi

Kontrak Vale dengan Yamaha baru berakhir di akhir tahun 2010 ini. Tes pra musim perdana untuk musim 2011 sendiri dimulai pada 7 November ini di Valencia. Sesuai kontrak, tentu saja Vale sebetulnya tidak punya hak untuk tes bersama Ducati dan Yamaha berhak menahan Vale untuk menguji motor Ducati pertama kali.

Namun, setelah berbicara dengan bos balap Yamaha, Masao Furusawa, keluar juga ijin bagi Vale untuk tes dengan Ducati. Ijin ini baru dikeluarkan Yamaha dua bulan setelah Ducati mengumumkan nama Vale sebagai pebalap mereka di musim 2011.

"Tadi malam (Sabtu (16/9) malam, Red.), saya berbicara dengan Furusawa dan ia mengatakan saya boleh tes dengan Ducati setelah GP Valencia. Saya pikir ini adalah pilihan yang tepat setelah apa yang telah kami lakukan bersama dan cara untuk mengucapkan terima kasih kepada saya atas apa yang sudah saya lakukan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka. Ini adalah perilaku yang tepat dari orang-orang yang berkecimpung di dunia olahraga, juga karena batasan jumlah tes yang sekarang berlaku," sebut Vale kepada Gazzetta della Sport. Furusawa sendiri, otak dibalik pengembangan Yamaha M1, dikenal dekat dengan Vale, bahkan seringkali Vale menyebut Furusawa sebagai orangtuanya.

Di akhir musim 2003, Yamaha juga mendapat keuntungan setelah Honda memberikan ijin kepada Vale untuk melakukan tes sebelum kontrak dengan Honda berakhir.

Selain Vale yang akan pertama kali menguji Ducati Desmosedici di Valencia, Ducati di lain pihak juga memberikan ijin kepada Casey Stoner untuk tes dengan Honda di sirkuit tersebut.

Rifat Kibarkan Merah Putih di New Caledonia

Pada rally yang dimulai pada Kamis (26/8) waktu setempat itu, Rifat/Scott memang menjadi favorit media massa setempat untuk memenangi balapan. Pasalnya, pada hari pertama Rifat/Scott mampu mencatatkan waktu yang cukup baik dengan unggul tiga detik atas pesaing terdekat mereka, Brendan Reeves (Australia).

Prediksi media massa setempat itu juga tidak jauh meleset pada hari kedua, Sabtu (28/8) waktu setempat. Dari sembilan trayek khusus (SS) sejauh 362,10 kilometer, Rifat/Scott berhasil menduduki posisi kedua dibawah Branden secara keseluruhan.

Walau tampil bagus di hari pertama dan kedua, Rifat/Scott bukan tanpa kendala. Pada hari ke tiga, yang mempertandingkan 5 SS sejauh 246,24 kilometer, Rifat/Scott mengalami tiga kali kempis ban di 3 SS awal. Tidak hanya itu, Rifat juga sempat menabrak pohon dan batu lintasan di SS 19. Buntutnya Rifat/Scott harus menyelesaikan SS 19 dengan kondisi mobil miring sebelum tiba di service area.

Untungnya setelah diperbaiki di service area, Rifat/Scott dapat mencapai finish di Rocher à La Voile Anse-Vata terpaut 5 menit dari perally pertama, Australia Brendan Reeves/Smyth Rhainon. Karena Rifat/Scott berstatus sebagai perally APRC Registered dan Brendan Reeves / Smyth tidak, maka Rifat/Scott-lah yang berhak naik dipodium 1 Asia Pacific Rally Championship round 5 di Kaledonia tersebut.

Rio berlanjut di Valencia

Tepat pukul 09.00 waktu Abu Dhabi (12.00 WIB) Rio melakukan satu installation lap. Itu adalah prosedur standar bukan hanya pada tes tetapi juga pada free practice F1. Rio mengaku pada installation lap itu ia mengecek semua fungsi tombol di gagang setir, lalu fungsi gas dan rem, dan tentu saja mengenal sirkuit. Maklum, dari semua pembalap yang ikut tes hanya Rio yang belum pernah berlaga sekali pun di Sirkuit Yas Marina.

Program yang direncanakan oleh tim Virgin adalah Rio melahap total 52 lap, lewat beberapa kali percobaan dengan pola 10-10-20-6-6 lap. Rencana ini bisa jadi tidak terlaksana, karena target Rio hingga lunch break pukul 12.30 adalah melahap 40-an lap. Jadi, memang selalu dicadangkan sekitar 10 lap. Setelah melakukan installation lap, Rio istirahat sekitar 30 menit karena mekanik Virgin Racing mengecek secara keseluruhan kondisi mobil. Setelah dipastikan oke, barulah Rio menjalankan program 10 lap pertama.

Dari lap ke lap, lap time yang dibuat Rio terus membaik. Pada kesempatan awal dia melahap 1:59,847 di trek sepanjang 5,554 km itu. Pada 10 lap pertama itu lap time terbaik yang dibuat Rio adalah 1:51,484 yang persis ia buat di lap 10. Pembalap asal Solo yang berusia 17 tahun ini kemudian masuk ke pit. Mekanik Virgin kembali mengecek semua kondisi mobil Rio. Si pembalap sendiri diberi istirahat lagi sekitar 30 menit. "Saya menyadari mobil F1 memang cepat, tetapi saya tidak mengira secepat ini. Saya sendiri agak terkejut dengan reaksi semua fungsi di mobil ini. Jadi mobil F1 itu bukan hanya cepat di lintasan, tapi juga cepat dari sisi semua fungsinya ketika dioperasikan," ujar Rio. Pada 10 lap pertama itu tim menyetel mobil Rio dengan istilah safe mode, tidak terlalu kencang.

Setelah beristirahat, Rio kembali ke trek. Ia menjalani 10 lap kedua. Kali ini lap time kompetitif pertama yang ia buat sudah jauh lebih baik dari pada kondisi yang sama di 10 lap pertama, yaitu 1:52,158. Rio terus memperbaiki waktunya, hingga puncaknya adalah di lap 20 dengan catatan 1:49,439. Rio disuruh kembali ke pit untuk kemudian mempersiapkan pada sesi panjang, 20 lap, setelah itu. Namun sayang, walau tidak disadarinya ketika berada di mobil, kemudian ditemukan kerusakan girboks di mana gigi 5 di mobilnya diidentifikasi tidak berfungsi. Mekanik Virgin pun butuh waktu lama untuk memperbaiki girboks tersebut, sekitar 1,5 jam. Sayang seribu sayang, ketika segalanya telah selesai diperbaiki, sesi pagi tes harus segera berakhir pukul 12.30. Rio pun tidak punya waktu lagi untuk menambah jam terbangnya. Secara total, Rio tercatat melahap 21 lap dan itu adalah lap-lap yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.

"Sayang sekali memang ada kerusakan girboks, padahal Rio terus memperbaiki catatan waktunya. Itu hal yang kami suka dari Rio dan dia sendiri secara umum menunjukkan usia tidaklah mempengaruhi penampilan seseorang, walau ini sekadar tes. Pilihan kami memberikan Rio kesempatan tidak salah. Saya berjanji, sisa program yang terganggu ini akan kami berikan ke Rio pada tes berikut di Valencia tahun depan," ujar John Booth, Team Principal Virgin Racing, seuai tes.

Rio sendiri tidak merasa kecewa dengan terputusnya sesi tes tersebut. Bagaimana pun, dia sudah mendapatkan pengalaman yang tak ternilai. "Sebenarnya saya sudah disiapkan ban baru dan dengan setelan mobil yang kompetitif karena akan menggunakan setelan saat lomba. Saya tetap puas dengan tes yang walaupun dari sisi jumlah lap amat minim, tetapi dari sisi pengalaman amat besar maknanya buat kelanjutan karier saya kelak," ujar Rio.

Tes itu dihadiri oleh Dubes RI untuk Uni Emirat Arab, Mohammad Wahid Supriyadi. Dubes Wahid merasa bangga dan terharu melihat akhirnya nama Indonesia di UEA tidak melulu identik dengan pembantu rumah tangga. "Rio sungguh membuat saya dan teman-teman di KBRI Abu Dhabi berbahagia. Dia masih muda, tetapi sudah jadi sorotan dunia. Saya akan mencoba sekuat tenaga mempromosikan Rio di sini pada acara-acara yang berkenaan dengan Indonesia. Kalau seni dan budaya saja bisa, kenapa olahraga tidak? Saya yakin, Rio punya masa depan yang bagus karena bakatnya memang bagus," kata Wahid.

Semoga janji John Booth yang akan memberikan kompensasi tes di Valencia buat Rio terpenuhi. Masalahnya, saat itu Rio tidak lagi tes bersama para rookie, tetapi bersama para pembalap F1 reguler.

Vettel juara termuda Formula 1

Pembalap berusia 23 tahun itu memimpin balapan ini dengan nyaman sejak awal balapan. Dia hanya kehilangan posisi terdepannya pada Jenson Button saat pit di lap 25. Dia kembali memimpin balapan setelah Button pit di lap 40.

Sementara itu Alonso, yang sejak awal dijagokan akan menjadi juara dunia musim ini karena memulai balapan diurutan ketiga, harus merelakan impiannya sirna semenjak awal balapan. Ia didahului Button saat start sehingga ia turun ke posisi keempat.

Keadaan semakin runyam baginya setelah Vitantonio Liuzzi bertabrakan dengan mobil Michael Schumacher pada awal perlombaan sehingga safety car masuk mengamankan balapan. Alonso tidak mampu memanfaatkan celah itu, dimana Nico Rosberg, Robert Kubica, dan Vitaly Petrov memanfaatkannya untuk finish di urutan keempat, kelima dan keenam, dan mendepak Alonso dan Webber.

Semuanya bermula ketika Mark Webber melakukan pit lebih awal di lap 11 untuk mengganti bannya. Setelah pit ia, memulai kembali balapan di posisi 16.

Merespons strategi Webber, Ferrari menyuruh Felipe Massa untuk pit pada lap 14 dengan asumsi dia akan berada di depan Webber dan menghalanginya. Tapi ternyata ia tidak bisa karena keluar pit tepat dibelakang Webber.

Bersamaan dengan itu, Ferrari juga menyuruh Alonso pit di lap 15 agar dia bisa tetap berda di depan Webber. Strategi itupun berhasil, sayangnya ia harus berada di belakang Petrov dan Rosberg, yang pit lebih awal ketika safety car masuk. Itu berarti meskipun Alonso berada di depan Webber, ia tidak akan finish di peringkat empat, posisi minimal yang ia butuhkan agar bisa menjuarai musim ini.

Posisi Alonso semakin sulit ketika Robert Kubica, yang berada di peringkat dua, tidak pit hingga lap 45, dan memulai kembali balapan di urutan lima. Buntutnya sampai balapan berakhir, Alonso tidak mampu menyodok ke peringkat empat karena tidak mampu mendahului Petrov, Kubica, dan Rosberg.

Dengan posisi Webber dan Alonso, yang berada tidak di posisi yang disyaratkan untuk jadi juara dunia, Lewis Hamilton menjadi satu-satunya ancaman terbesar bagi Vettel. Sayangnya ia tidak mampu mendahului Kubica, yang pit di lap 45, sesegera mungkin sehingga selisih waktunya menjadi 10 detik saat pembalap Renault itu pit. Diharuskan finish diurutan pertama jika ingin menjadi juara dunia, Hamilton hanya mampu finish di peringkat dua di belakang Vettel.

Webber Bantah Akan Tinggalkan Red Bull

Menurut Webber ia saat ini tidak punya rencana untuk meninggalkan Red Bull. Bahkan ia menyebutkan bahwa atmosfer di dalam tim tersebut sedang sangat baik. Rumor sendiri merebak ketika Kamis (4/11) lalu Webber kembali menyebutkan bahwa Sebastian Vettel adalah anak emas Red Bull. Komentar ini memancing bantahan baik dari bos tim, Christian Horner, maupun Vettel sendiri.

Inilah yang memicu rumor tersebut, meski diketahui Webber masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir 2011.

"Saya pikir komentar saya kemarin bukan kejutan untuk banyak orang, tapi sesungguhnya kami di tim baik-baik saja, sangat baik. Saya punya hubungan yang baik dengan orang-orang yang tepat yang telah memberi saya kesempatan secara teknis untuk melakukan sesuatu dengan baik, itu yang paling penting," tegasnya di Interlagos, Jumat (5/11).

"Pokoknya, selama saya tidak lupa cara membalap dalam beberapa bulan ke depan, maka pasti saya akan tetap di sini musim depan," tambahnya.

Kamis, 18 November 2010

Lorenzo juara dunia Motogp

Jorge Lorenzo akhirnya mewujudkan mimpi menjadi juara dunia MotoGP untuk pertama kalinya. Cukup hanya dengan finis di posisi ketiga pada putaran ke-15 Kejuaraan Dunia MotoGP yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (10/10) kemarin, pembalap Tim Fiat Yamaha itu sudah memastikan gelar juara dunia MotoGP kendati musim ini masih menyisakan tiga putaran.

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, meskipun berhasil merebut posisi start terdepan (pole position), Lorenzo akan sulit menang. Namun kengototannya untuk bisa memastikan gelar dengan cara naik podium akhirnya terwujud.

Sempat terlintas dalam benak Lorenzo untuk sekadar finis di posisi aman demi mengamankan gelar. Pasalnya, ban belakangnya sempat selip dan Lorenzo kehilangan momen. “Ini gelar pertama saya di kelas utama dan impian saya sudah terwujud,” kata pembalap yang sebelumnya mengoleksi gelar di kelas 250 cc pada musim 2006 dan 2007. “Ini pencapaian tertinggi yang diidamkan semua pembalap motor. Saya berterima kasih kepada Yamaha, semua anggota tim, Bridgestone, dan semua yang terlibat dalam sukses saya.”

Sabtu, 23 Oktober 2010

Hamilton pesimis jadi juara

Hamilton akhirnya tidak dapat melanjutkan race setelah bersenggolan dengan Mark Webber di lap ke-37 ketika dia coba over-taking posisi pebalap Red Bull itu.

Di sisa empat balapan lagi pebalap McLaren tersebut tertinggal 20 poin dibelakang Webber. Hamilton merasa jarak dengan pemuncak klasemen itu cukup besar dan dia mengatakan akan mencoba untuk menikmati seri tersisa tanpa melihat urutan klasemen.

"Masih ada empat balapan tersisa, saya 20 poin dibelakang Mark. Itu jarak yang masih masuk akal, tapi bukan salah satu yang mungkin diatasi. Saya hanya perlu menundukkan kepala dan berharap hasil yang terbaik," ucap Hamilton.

"Sekarang saya tidak berpikir untuk menjadi juara dunia, saya hanya akan mencoba menikmati sisa musim ini dan apapun yang terjadi saya akan terus berjuang sampai akhir, karena hanya itu cara yang saya tahu," sambungnya.

Lorenzo resmi raih titel Juara Dunia

Start dari posisi terdepan, Lorenzo langsung mendapatkan perlawan ketat dari Andrea Dovizioso. Tidak lama kemudian kandidat juara berkurang setelah Casy Stoner terjatuh di lap ke-2.

Di lap ke-8, tempat Lorenzo akhirnya bisa diambil Dovizioso. Valentino Rossi, yang sempat tercecer setelah melakukan start dengan buruk, bisa berada di tempat ketiga di belakang Dovi dan Lorenzo.

The Doctor memimpin lomba setelah menyusul Lorenzo dan Dovizioso di lap ke-11. Di sisa lap, pertarungan untuk memperbutkan titel di Sepang menjadi milik Rossi dan Dovi. Pasalnya, Lorenzo, yang cuma memerlukan peringkat ke-9 untuk memastikan gelar juara dunia, lebih memilih untuk mengamankan tempat ketiga ketimbang fight dengan Rossi dan Dovi.

Dovi sempat kembali mengambilalih tempat pertama di lap ke-15. Namun, satu lap kemudian Rossi kembali di depan dan meskipun terus ditempel Dovi, Rossi mampu mengamankan tempat pertama hingga lomba berakhir.

Selebrasi meriah pecah di Sepang. Namun, itu bukan milik Rossi, melainkan Lorenzo. Ya, berikut hasil finis ketiga di Sepang, pebalap asal Spanyol itu berhasil mengumpulkan 313 poin, jumlah yang tidak mungkin lagi dikejar pebalap-pebalap lainnya. Artinya, pebalap berusia 23 tahun itu bisa memastikan gelar juara dunia MotoGP pertamanya setelah sebelumnya hanya sempat dua kali menjuarai kelas 250 cc (2006 dan 2007).

"Ini hari yang paling membahagiakan di dalam hidup saya dan kami harus merayakannya," kata Lorenzo kepada Reuters.

Sedangkan Rossi tetap menunjukkan profesionalitasnya dengan terus sepenuh hati berjuang untuk Yamaha meskipun telah memastikan pindah ke Ducati pada musim depan.

"Ini adalah kemenangan ke-46 saya bersama Yamaha. Jadi sangat penting bagi saya untuk menang di hari ini," ujar Rossi.

"Saya harus mengerahkan seluruh tenaga saya, dan saya harus berterima kasih kepada Yamaha atas kerja keras mereka. Saya juga mengucapkan selamat kepada Jorge atas gelar juara dunia yang ia miliki," tambahnya.

Philip Island memang milik Stoner

Stoner, yang tepat berusia 25 tahun pada Sabtu (16/10), mendapatkan hadiah ulang tahun yang sempurna. Disaksikan kedua orang tua dan sang isteri, pembesut Ducati ini memimpin lomba flag to flag alias sejak start sampai finis.

Ia mencatat waktu 41 menit 9,128 detik, unggul lebih dari delapan detik atas juara dunia baru, Jorge Lorenzo. Sementara itu, Rossi harus susah payah untuk menempati peringkat ketiga setelah mengawali start dengan buruk.

Berikut Aragon dan Jepang, kemenangan di kampung halamannya tersebut, membuat Stoner mampu menang tiga kali dalam empat balapan terakhir pada musim ini. Ini juga kemenangan keempat Stoner di Phillip Island dalam empat musim terakhir.

Stoner kini mengoleksi 205 poin. Hasil tersebut membawa ia menempati peringkat ketiga, menyalip Rossi di peringkat empat dengan koleksi 197 poin. Posisi kedua masih menjadi milik Dani Pedrosa, yang come back-nya masih tertunda masalah kebugaran, dengan 228 poin.

Minggu, 12 September 2010

Capirossi bersyukur walau jalani operasi

Kecelakaan yang dialami Loris Capirossi di balapan akhir pekan silam membuat pembalap Rizla Suzuki itu harus naik meja operasi. Meski begitu Capirossi tetap bersyukur. Mengapa?

Capirossi mengalami kecelakaan usai bertabrakan dengan Nicky Hayden di awal balapan. Itu membuat rider kelahiran 4 April 1973 tersebut harus meninggalkan lomba.

Dikutip dari situs resmi MotoGP, Senin (6/9/2010) malam WIB, Capirossi ternyata kecelakaan tersebut memaksa dia untuk menjalani operasi.

"Saya sangat marah atas apa yang terjadi di balapan, karena saya merasa sangat percaya diri dan motor sangat baik. Jadi saya pikir bisa tampil kompetitif," jelas Capirossi. Kini saya harus menjalani operasi dan saya berharap sudah bisa kembali tampil di Aragon (MotoGP Spanyol)," kata Capirossi.

Meski begitu, mantan rider Ducati tersebut mengaku masih bersyukur dengan kondisinya. "Namun apa yang saya alami tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan apa yang terjadi di balapan lain," ujar Capirossi merujuk kepada tewasnya pembalap Moto2 Shoya Tomizawa.

"Saya menyatakan rasa duka cita kepada keluarga Tomizawa. Ini merupakan tragedi yang sungguh menyakitkan dan siapa pun tidak ingin mendengarnya," pungkas dia.

Tragedi kepergian Tomizawa

Shoya Tomizawa bukanlah pembalap Jepang pertama yang harus kehilangan nyawa di arena. Sebelum ini, beberapa pembalap Negeri Matahari Terbit juga pernah jadi korban.

Di usia yang baru 19 tahun, Tomizawa meregang nyawa usai jatuh dari motornya dan ditabrak dua motor lain di balapan Moto2 di Sirkuit Misano, San Marino, Minggu (5/9/2010).

Tomizawa adalah seorang pembalap muda berbakat yang menjanjikan. Sebagai bukti, pembalap kelahiran 10 Desember 1990 itu menjuarai seri pertama Moto2 musim ini di Qatar dan jadi runner-up di seri berikutnya di Spanyol.

Tragedi yang menimpa Tomizawa bukanlah yang pertama yang pernah menimpa pembalap Jepang. Sebelumnya, Jepang juga pernah kehilangan seorang pembalap berbakat lain, Daijiro Kato.

Kato meninggal dunia di depan publiknya sendiri di MotoGP Jepang 2003. Saat itu, Kato (27 tahun) menabrak tembok pembatas dalam kecepatan 200 km per jam dan mengalami cedera parah di kepala, leher dan dada.

Padahal saat itu Kato adalah harapan Jepang dengan menjadi orang kedua setelah Tetsuya Harada yang pernah jadi juara dunia di kelas 250 cc. Ia sempat digadang-gadang bakal jadi orang Jepang pertama yang akan jadi juara dunia kelas primer (500cc/MotoGP).

Sebelum Kato, Jepang juga pernah kehilangan pembalap di ajang Superbike, Yasutomo Nagai. Nagai meregang nyawa setelah dua hari koma akibat mengalami kecelakaan di Superbike Belanda tahun 1995.

Satu lagi pembalap Jepang yang harus kehilangan nyawa adalah Norifumi Abe pada tahun 2007. Namun Abe tewas bukan dalam balapan, tapi di jalan raya saat motornya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk.

Firasat Hayden & Rossi terkait Tomizawa

Para pembalap MotoGP baru mengetahui berita meninggalnya Shoya Tomizawa tepat setelah GP San Marino berakhir. Namun sebelumnya dua rider senior sudah berfirasat Tomizawa bakal meregang nyawa gara-gara insiden mengerikan itu.

Pada balapan kelas Moto2 di sirkuit Misano tersebut Tomizawa kehilangan nyawanya setelah terjatuh dari motornya, lalu terhantam dua pembalap di belakangnya, yang tentu saja melaju sangat kencang. Pembalap itu adalah Alex de Angelis dan Scott Redding.

Kabar meninggalnya Tomizawa itu sampai di telinga para rider MotoGP usai balapan yang dimenangi Dani Pedrosa itu berakhir. Kesedihan pun langsung merebak di parc ferme sirkuit dan tak ada perayaan sampanye saat Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi menaiki podium.

Hanya raut wajah sedih yang terpancar dan bendera negara dari tiga pemilik podium itu dikabarkan setengah tiang sebagai tanda belasungkawa.

Seusai lomba, Nicky Hayden dan Valentino Rossi menuturkan bahwa mereka sudah mengira Tomizawa akan sulit diselamatkan nyawanya usai kecelakaan tragis tersebut. Baik Hayden atau Rossi sempat melihat tragedi itu melalui tayangan televisi di paddock masin-masing.

"Aku bisa merasakan saat berada di grid dan semuanya tahu itu. Jadi aku tidak perlu bertanya - aku merasakannya," ucap Nicky di Sydney Morning Herald.

"Aku tahu (kejadian) itu buruk. Aku harap mungkin hanya patah namun kurasa ia meninggal," sahut Rossi.