Sabtu, 23 Oktober 2010

Lorenzo resmi raih titel Juara Dunia

Start dari posisi terdepan, Lorenzo langsung mendapatkan perlawan ketat dari Andrea Dovizioso. Tidak lama kemudian kandidat juara berkurang setelah Casy Stoner terjatuh di lap ke-2.

Di lap ke-8, tempat Lorenzo akhirnya bisa diambil Dovizioso. Valentino Rossi, yang sempat tercecer setelah melakukan start dengan buruk, bisa berada di tempat ketiga di belakang Dovi dan Lorenzo.

The Doctor memimpin lomba setelah menyusul Lorenzo dan Dovizioso di lap ke-11. Di sisa lap, pertarungan untuk memperbutkan titel di Sepang menjadi milik Rossi dan Dovi. Pasalnya, Lorenzo, yang cuma memerlukan peringkat ke-9 untuk memastikan gelar juara dunia, lebih memilih untuk mengamankan tempat ketiga ketimbang fight dengan Rossi dan Dovi.

Dovi sempat kembali mengambilalih tempat pertama di lap ke-15. Namun, satu lap kemudian Rossi kembali di depan dan meskipun terus ditempel Dovi, Rossi mampu mengamankan tempat pertama hingga lomba berakhir.

Selebrasi meriah pecah di Sepang. Namun, itu bukan milik Rossi, melainkan Lorenzo. Ya, berikut hasil finis ketiga di Sepang, pebalap asal Spanyol itu berhasil mengumpulkan 313 poin, jumlah yang tidak mungkin lagi dikejar pebalap-pebalap lainnya. Artinya, pebalap berusia 23 tahun itu bisa memastikan gelar juara dunia MotoGP pertamanya setelah sebelumnya hanya sempat dua kali menjuarai kelas 250 cc (2006 dan 2007).

"Ini hari yang paling membahagiakan di dalam hidup saya dan kami harus merayakannya," kata Lorenzo kepada Reuters.

Sedangkan Rossi tetap menunjukkan profesionalitasnya dengan terus sepenuh hati berjuang untuk Yamaha meskipun telah memastikan pindah ke Ducati pada musim depan.

"Ini adalah kemenangan ke-46 saya bersama Yamaha. Jadi sangat penting bagi saya untuk menang di hari ini," ujar Rossi.

"Saya harus mengerahkan seluruh tenaga saya, dan saya harus berterima kasih kepada Yamaha atas kerja keras mereka. Saya juga mengucapkan selamat kepada Jorge atas gelar juara dunia yang ia miliki," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar