Sabtu, 27 November 2010

Rossi akan jajal motor barunya

Rossi dijadwalkan menjajal Ducati Desmosedici di sirkuit Ricardo Tomo, Valencia, sekitar pukul 17.00 waktu setempat selama dua hari ke depan. Namun, sebelum sesi itu berlangsung, mekanik Rossi, Alex Briggs sedikit membocorkan foto motor Ducati yang akan dipakai Rossi nanti.

Berdasarkan foto yang diunggah Briggs dalam akun Twitter-nya dan dirilis di situs gpone.com, Selasa (9/11), Desmosedici besutan Rossi tidak dilebur cat merah tapi didominasi warna hitam. Namun begitu, tunggangan Rossi akan memakai nomor start khasnya yaitu 46. Pemilihan warna hitam pada motor Rossi itu ditengarai status sang pembalap yang yang hingga akhir tahun ini ia masih terikat kontrak dengan Yamaha.

Buat tim Ducati, tes ini terbilang krusial. Pasalnya, hanya dalam waktu dua hari Rossi harus menentukan mesin apa yang nantinya akan dikembangkan untuk balapan musim depan. Kabarnya, Rossi akan disodori mesin Desmosedici jenis big bang dan screamer.

"Ini adalah aspek yang paling penting dari tes ini. Untuk memilih motor mana yang akan dikembangkan. Untuk itu kami akan memberikan para pembalap tiga motor: sasis GP 10 bermesin big bang, dan dua GP 11, satu dengan mesin big bang evolution dan satu lagi dengan mesin screamer" kata bos tim Ducati, Filippo Preziozi. "Rossi akan mulai dengan GP 11 big bang, lalu berlanjut dengan motor lainnya," tambahnya.

Checa Kembali Ke Motogp

Musim ini, pebalap asal Finlandia itu, mengalami kesulitan untuk bertarung di level Motogp dan hingga GP Australia, hanya sanggup menempati posisi ke-17 di klasemen. Situasi ini terjadi setelah ia mengalami cedera bahu yang diperolehnya di GP Prancis. Pramac melepas Kallio juga dengan alasan agar pebalap ini bisa memulihkan cederanya dan siap bertarung lagi di ajang balap untuk musim 2011, dengan kemungkinan di kelas Moto2.

"Cedera ini makin terasa setelah GP Jepang, terutama di bahu kiri. Saya segera berbicara dengan tim dan mereka mengerti akan situasi yang saya alami dan menyetujui saya mencoba di Malaysia dan Australia sebelum memutuskan untuk meneruskan musim ini atau tidak," sebut Kallio.

Kontrak dengan Checa sendiri hanya berlaku untuk musim 2010 ini dan berakhir setelah Portugal dan Valencia. Bos tim, Paolo Campinoti menolak anggapan bahwa Checa akan masuk timnya bersama Aleix Espargaro untuk musim 2011.

"Untuk saat ini, kami berpikir hanya untuk pengganti di dua seri terakhir. Setelah kami menandatangani kesepakatan, kami baru akan mengumumkannya," kata Campinoti.

Akhirnya Yamaha Ijinkan Rossi

Kontrak Vale dengan Yamaha baru berakhir di akhir tahun 2010 ini. Tes pra musim perdana untuk musim 2011 sendiri dimulai pada 7 November ini di Valencia. Sesuai kontrak, tentu saja Vale sebetulnya tidak punya hak untuk tes bersama Ducati dan Yamaha berhak menahan Vale untuk menguji motor Ducati pertama kali.

Namun, setelah berbicara dengan bos balap Yamaha, Masao Furusawa, keluar juga ijin bagi Vale untuk tes dengan Ducati. Ijin ini baru dikeluarkan Yamaha dua bulan setelah Ducati mengumumkan nama Vale sebagai pebalap mereka di musim 2011.

"Tadi malam (Sabtu (16/9) malam, Red.), saya berbicara dengan Furusawa dan ia mengatakan saya boleh tes dengan Ducati setelah GP Valencia. Saya pikir ini adalah pilihan yang tepat setelah apa yang telah kami lakukan bersama dan cara untuk mengucapkan terima kasih kepada saya atas apa yang sudah saya lakukan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka. Ini adalah perilaku yang tepat dari orang-orang yang berkecimpung di dunia olahraga, juga karena batasan jumlah tes yang sekarang berlaku," sebut Vale kepada Gazzetta della Sport. Furusawa sendiri, otak dibalik pengembangan Yamaha M1, dikenal dekat dengan Vale, bahkan seringkali Vale menyebut Furusawa sebagai orangtuanya.

Di akhir musim 2003, Yamaha juga mendapat keuntungan setelah Honda memberikan ijin kepada Vale untuk melakukan tes sebelum kontrak dengan Honda berakhir.

Selain Vale yang akan pertama kali menguji Ducati Desmosedici di Valencia, Ducati di lain pihak juga memberikan ijin kepada Casey Stoner untuk tes dengan Honda di sirkuit tersebut.

Rifat Kibarkan Merah Putih di New Caledonia

Pada rally yang dimulai pada Kamis (26/8) waktu setempat itu, Rifat/Scott memang menjadi favorit media massa setempat untuk memenangi balapan. Pasalnya, pada hari pertama Rifat/Scott mampu mencatatkan waktu yang cukup baik dengan unggul tiga detik atas pesaing terdekat mereka, Brendan Reeves (Australia).

Prediksi media massa setempat itu juga tidak jauh meleset pada hari kedua, Sabtu (28/8) waktu setempat. Dari sembilan trayek khusus (SS) sejauh 362,10 kilometer, Rifat/Scott berhasil menduduki posisi kedua dibawah Branden secara keseluruhan.

Walau tampil bagus di hari pertama dan kedua, Rifat/Scott bukan tanpa kendala. Pada hari ke tiga, yang mempertandingkan 5 SS sejauh 246,24 kilometer, Rifat/Scott mengalami tiga kali kempis ban di 3 SS awal. Tidak hanya itu, Rifat juga sempat menabrak pohon dan batu lintasan di SS 19. Buntutnya Rifat/Scott harus menyelesaikan SS 19 dengan kondisi mobil miring sebelum tiba di service area.

Untungnya setelah diperbaiki di service area, Rifat/Scott dapat mencapai finish di Rocher à La Voile Anse-Vata terpaut 5 menit dari perally pertama, Australia Brendan Reeves/Smyth Rhainon. Karena Rifat/Scott berstatus sebagai perally APRC Registered dan Brendan Reeves / Smyth tidak, maka Rifat/Scott-lah yang berhak naik dipodium 1 Asia Pacific Rally Championship round 5 di Kaledonia tersebut.

Rio berlanjut di Valencia

Tepat pukul 09.00 waktu Abu Dhabi (12.00 WIB) Rio melakukan satu installation lap. Itu adalah prosedur standar bukan hanya pada tes tetapi juga pada free practice F1. Rio mengaku pada installation lap itu ia mengecek semua fungsi tombol di gagang setir, lalu fungsi gas dan rem, dan tentu saja mengenal sirkuit. Maklum, dari semua pembalap yang ikut tes hanya Rio yang belum pernah berlaga sekali pun di Sirkuit Yas Marina.

Program yang direncanakan oleh tim Virgin adalah Rio melahap total 52 lap, lewat beberapa kali percobaan dengan pola 10-10-20-6-6 lap. Rencana ini bisa jadi tidak terlaksana, karena target Rio hingga lunch break pukul 12.30 adalah melahap 40-an lap. Jadi, memang selalu dicadangkan sekitar 10 lap. Setelah melakukan installation lap, Rio istirahat sekitar 30 menit karena mekanik Virgin Racing mengecek secara keseluruhan kondisi mobil. Setelah dipastikan oke, barulah Rio menjalankan program 10 lap pertama.

Dari lap ke lap, lap time yang dibuat Rio terus membaik. Pada kesempatan awal dia melahap 1:59,847 di trek sepanjang 5,554 km itu. Pada 10 lap pertama itu lap time terbaik yang dibuat Rio adalah 1:51,484 yang persis ia buat di lap 10. Pembalap asal Solo yang berusia 17 tahun ini kemudian masuk ke pit. Mekanik Virgin kembali mengecek semua kondisi mobil Rio. Si pembalap sendiri diberi istirahat lagi sekitar 30 menit. "Saya menyadari mobil F1 memang cepat, tetapi saya tidak mengira secepat ini. Saya sendiri agak terkejut dengan reaksi semua fungsi di mobil ini. Jadi mobil F1 itu bukan hanya cepat di lintasan, tapi juga cepat dari sisi semua fungsinya ketika dioperasikan," ujar Rio. Pada 10 lap pertama itu tim menyetel mobil Rio dengan istilah safe mode, tidak terlalu kencang.

Setelah beristirahat, Rio kembali ke trek. Ia menjalani 10 lap kedua. Kali ini lap time kompetitif pertama yang ia buat sudah jauh lebih baik dari pada kondisi yang sama di 10 lap pertama, yaitu 1:52,158. Rio terus memperbaiki waktunya, hingga puncaknya adalah di lap 20 dengan catatan 1:49,439. Rio disuruh kembali ke pit untuk kemudian mempersiapkan pada sesi panjang, 20 lap, setelah itu. Namun sayang, walau tidak disadarinya ketika berada di mobil, kemudian ditemukan kerusakan girboks di mana gigi 5 di mobilnya diidentifikasi tidak berfungsi. Mekanik Virgin pun butuh waktu lama untuk memperbaiki girboks tersebut, sekitar 1,5 jam. Sayang seribu sayang, ketika segalanya telah selesai diperbaiki, sesi pagi tes harus segera berakhir pukul 12.30. Rio pun tidak punya waktu lagi untuk menambah jam terbangnya. Secara total, Rio tercatat melahap 21 lap dan itu adalah lap-lap yang bersejarah bagi bangsa Indonesia.

"Sayang sekali memang ada kerusakan girboks, padahal Rio terus memperbaiki catatan waktunya. Itu hal yang kami suka dari Rio dan dia sendiri secara umum menunjukkan usia tidaklah mempengaruhi penampilan seseorang, walau ini sekadar tes. Pilihan kami memberikan Rio kesempatan tidak salah. Saya berjanji, sisa program yang terganggu ini akan kami berikan ke Rio pada tes berikut di Valencia tahun depan," ujar John Booth, Team Principal Virgin Racing, seuai tes.

Rio sendiri tidak merasa kecewa dengan terputusnya sesi tes tersebut. Bagaimana pun, dia sudah mendapatkan pengalaman yang tak ternilai. "Sebenarnya saya sudah disiapkan ban baru dan dengan setelan mobil yang kompetitif karena akan menggunakan setelan saat lomba. Saya tetap puas dengan tes yang walaupun dari sisi jumlah lap amat minim, tetapi dari sisi pengalaman amat besar maknanya buat kelanjutan karier saya kelak," ujar Rio.

Tes itu dihadiri oleh Dubes RI untuk Uni Emirat Arab, Mohammad Wahid Supriyadi. Dubes Wahid merasa bangga dan terharu melihat akhirnya nama Indonesia di UEA tidak melulu identik dengan pembantu rumah tangga. "Rio sungguh membuat saya dan teman-teman di KBRI Abu Dhabi berbahagia. Dia masih muda, tetapi sudah jadi sorotan dunia. Saya akan mencoba sekuat tenaga mempromosikan Rio di sini pada acara-acara yang berkenaan dengan Indonesia. Kalau seni dan budaya saja bisa, kenapa olahraga tidak? Saya yakin, Rio punya masa depan yang bagus karena bakatnya memang bagus," kata Wahid.

Semoga janji John Booth yang akan memberikan kompensasi tes di Valencia buat Rio terpenuhi. Masalahnya, saat itu Rio tidak lagi tes bersama para rookie, tetapi bersama para pembalap F1 reguler.

Vettel juara termuda Formula 1

Pembalap berusia 23 tahun itu memimpin balapan ini dengan nyaman sejak awal balapan. Dia hanya kehilangan posisi terdepannya pada Jenson Button saat pit di lap 25. Dia kembali memimpin balapan setelah Button pit di lap 40.

Sementara itu Alonso, yang sejak awal dijagokan akan menjadi juara dunia musim ini karena memulai balapan diurutan ketiga, harus merelakan impiannya sirna semenjak awal balapan. Ia didahului Button saat start sehingga ia turun ke posisi keempat.

Keadaan semakin runyam baginya setelah Vitantonio Liuzzi bertabrakan dengan mobil Michael Schumacher pada awal perlombaan sehingga safety car masuk mengamankan balapan. Alonso tidak mampu memanfaatkan celah itu, dimana Nico Rosberg, Robert Kubica, dan Vitaly Petrov memanfaatkannya untuk finish di urutan keempat, kelima dan keenam, dan mendepak Alonso dan Webber.

Semuanya bermula ketika Mark Webber melakukan pit lebih awal di lap 11 untuk mengganti bannya. Setelah pit ia, memulai kembali balapan di posisi 16.

Merespons strategi Webber, Ferrari menyuruh Felipe Massa untuk pit pada lap 14 dengan asumsi dia akan berada di depan Webber dan menghalanginya. Tapi ternyata ia tidak bisa karena keluar pit tepat dibelakang Webber.

Bersamaan dengan itu, Ferrari juga menyuruh Alonso pit di lap 15 agar dia bisa tetap berda di depan Webber. Strategi itupun berhasil, sayangnya ia harus berada di belakang Petrov dan Rosberg, yang pit lebih awal ketika safety car masuk. Itu berarti meskipun Alonso berada di depan Webber, ia tidak akan finish di peringkat empat, posisi minimal yang ia butuhkan agar bisa menjuarai musim ini.

Posisi Alonso semakin sulit ketika Robert Kubica, yang berada di peringkat dua, tidak pit hingga lap 45, dan memulai kembali balapan di urutan lima. Buntutnya sampai balapan berakhir, Alonso tidak mampu menyodok ke peringkat empat karena tidak mampu mendahului Petrov, Kubica, dan Rosberg.

Dengan posisi Webber dan Alonso, yang berada tidak di posisi yang disyaratkan untuk jadi juara dunia, Lewis Hamilton menjadi satu-satunya ancaman terbesar bagi Vettel. Sayangnya ia tidak mampu mendahului Kubica, yang pit di lap 45, sesegera mungkin sehingga selisih waktunya menjadi 10 detik saat pembalap Renault itu pit. Diharuskan finish diurutan pertama jika ingin menjadi juara dunia, Hamilton hanya mampu finish di peringkat dua di belakang Vettel.

Webber Bantah Akan Tinggalkan Red Bull

Menurut Webber ia saat ini tidak punya rencana untuk meninggalkan Red Bull. Bahkan ia menyebutkan bahwa atmosfer di dalam tim tersebut sedang sangat baik. Rumor sendiri merebak ketika Kamis (4/11) lalu Webber kembali menyebutkan bahwa Sebastian Vettel adalah anak emas Red Bull. Komentar ini memancing bantahan baik dari bos tim, Christian Horner, maupun Vettel sendiri.

Inilah yang memicu rumor tersebut, meski diketahui Webber masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir 2011.

"Saya pikir komentar saya kemarin bukan kejutan untuk banyak orang, tapi sesungguhnya kami di tim baik-baik saja, sangat baik. Saya punya hubungan yang baik dengan orang-orang yang tepat yang telah memberi saya kesempatan secara teknis untuk melakukan sesuatu dengan baik, itu yang paling penting," tegasnya di Interlagos, Jumat (5/11).

"Pokoknya, selama saya tidak lupa cara membalap dalam beberapa bulan ke depan, maka pasti saya akan tetap di sini musim depan," tambahnya.

Kamis, 18 November 2010

Lorenzo juara dunia Motogp

Jorge Lorenzo akhirnya mewujudkan mimpi menjadi juara dunia MotoGP untuk pertama kalinya. Cukup hanya dengan finis di posisi ketiga pada putaran ke-15 Kejuaraan Dunia MotoGP yang digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (10/10) kemarin, pembalap Tim Fiat Yamaha itu sudah memastikan gelar juara dunia MotoGP kendati musim ini masih menyisakan tiga putaran.

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, meskipun berhasil merebut posisi start terdepan (pole position), Lorenzo akan sulit menang. Namun kengototannya untuk bisa memastikan gelar dengan cara naik podium akhirnya terwujud.

Sempat terlintas dalam benak Lorenzo untuk sekadar finis di posisi aman demi mengamankan gelar. Pasalnya, ban belakangnya sempat selip dan Lorenzo kehilangan momen. “Ini gelar pertama saya di kelas utama dan impian saya sudah terwujud,” kata pembalap yang sebelumnya mengoleksi gelar di kelas 250 cc pada musim 2006 dan 2007. “Ini pencapaian tertinggi yang diidamkan semua pembalap motor. Saya berterima kasih kepada Yamaha, semua anggota tim, Bridgestone, dan semua yang terlibat dalam sukses saya.”