Sabtu, 23 Oktober 2010

Hamilton pesimis jadi juara

Hamilton akhirnya tidak dapat melanjutkan race setelah bersenggolan dengan Mark Webber di lap ke-37 ketika dia coba over-taking posisi pebalap Red Bull itu.

Di sisa empat balapan lagi pebalap McLaren tersebut tertinggal 20 poin dibelakang Webber. Hamilton merasa jarak dengan pemuncak klasemen itu cukup besar dan dia mengatakan akan mencoba untuk menikmati seri tersisa tanpa melihat urutan klasemen.

"Masih ada empat balapan tersisa, saya 20 poin dibelakang Mark. Itu jarak yang masih masuk akal, tapi bukan salah satu yang mungkin diatasi. Saya hanya perlu menundukkan kepala dan berharap hasil yang terbaik," ucap Hamilton.

"Sekarang saya tidak berpikir untuk menjadi juara dunia, saya hanya akan mencoba menikmati sisa musim ini dan apapun yang terjadi saya akan terus berjuang sampai akhir, karena hanya itu cara yang saya tahu," sambungnya.

Lorenzo resmi raih titel Juara Dunia

Start dari posisi terdepan, Lorenzo langsung mendapatkan perlawan ketat dari Andrea Dovizioso. Tidak lama kemudian kandidat juara berkurang setelah Casy Stoner terjatuh di lap ke-2.

Di lap ke-8, tempat Lorenzo akhirnya bisa diambil Dovizioso. Valentino Rossi, yang sempat tercecer setelah melakukan start dengan buruk, bisa berada di tempat ketiga di belakang Dovi dan Lorenzo.

The Doctor memimpin lomba setelah menyusul Lorenzo dan Dovizioso di lap ke-11. Di sisa lap, pertarungan untuk memperbutkan titel di Sepang menjadi milik Rossi dan Dovi. Pasalnya, Lorenzo, yang cuma memerlukan peringkat ke-9 untuk memastikan gelar juara dunia, lebih memilih untuk mengamankan tempat ketiga ketimbang fight dengan Rossi dan Dovi.

Dovi sempat kembali mengambilalih tempat pertama di lap ke-15. Namun, satu lap kemudian Rossi kembali di depan dan meskipun terus ditempel Dovi, Rossi mampu mengamankan tempat pertama hingga lomba berakhir.

Selebrasi meriah pecah di Sepang. Namun, itu bukan milik Rossi, melainkan Lorenzo. Ya, berikut hasil finis ketiga di Sepang, pebalap asal Spanyol itu berhasil mengumpulkan 313 poin, jumlah yang tidak mungkin lagi dikejar pebalap-pebalap lainnya. Artinya, pebalap berusia 23 tahun itu bisa memastikan gelar juara dunia MotoGP pertamanya setelah sebelumnya hanya sempat dua kali menjuarai kelas 250 cc (2006 dan 2007).

"Ini hari yang paling membahagiakan di dalam hidup saya dan kami harus merayakannya," kata Lorenzo kepada Reuters.

Sedangkan Rossi tetap menunjukkan profesionalitasnya dengan terus sepenuh hati berjuang untuk Yamaha meskipun telah memastikan pindah ke Ducati pada musim depan.

"Ini adalah kemenangan ke-46 saya bersama Yamaha. Jadi sangat penting bagi saya untuk menang di hari ini," ujar Rossi.

"Saya harus mengerahkan seluruh tenaga saya, dan saya harus berterima kasih kepada Yamaha atas kerja keras mereka. Saya juga mengucapkan selamat kepada Jorge atas gelar juara dunia yang ia miliki," tambahnya.

Philip Island memang milik Stoner

Stoner, yang tepat berusia 25 tahun pada Sabtu (16/10), mendapatkan hadiah ulang tahun yang sempurna. Disaksikan kedua orang tua dan sang isteri, pembesut Ducati ini memimpin lomba flag to flag alias sejak start sampai finis.

Ia mencatat waktu 41 menit 9,128 detik, unggul lebih dari delapan detik atas juara dunia baru, Jorge Lorenzo. Sementara itu, Rossi harus susah payah untuk menempati peringkat ketiga setelah mengawali start dengan buruk.

Berikut Aragon dan Jepang, kemenangan di kampung halamannya tersebut, membuat Stoner mampu menang tiga kali dalam empat balapan terakhir pada musim ini. Ini juga kemenangan keempat Stoner di Phillip Island dalam empat musim terakhir.

Stoner kini mengoleksi 205 poin. Hasil tersebut membawa ia menempati peringkat ketiga, menyalip Rossi di peringkat empat dengan koleksi 197 poin. Posisi kedua masih menjadi milik Dani Pedrosa, yang come back-nya masih tertunda masalah kebugaran, dengan 228 poin.