Sabtu, 24 Desember 2011

Yamaha Prioritaskan Perpanjangan Kontrak Lorenzo

Tim principal Yamaha, Lin Jarvis, menyatakan kalau prioritas timnya saat ini adalah memperpanjang kontrak pembalap utama mereka, Jorge Lorenzo.
Menurut Lin, Jorge Lorenzo adalah kunci masa depan Yamaha. Lebih lanjut Lin menjelaskan kalau mereka bisa menjaga Jorge Lorenzo tetap di Yamaha musim selanjutnya, maka Yamaha berhasil mempertahankan peluang mereka memenangi Moto Gp pada musim-musim selanjutnya.
"Tetap menjaga Jorge di Yamaha adalah kuncinya. Negosiasi kontrak baru akan dibuka untuk semua pembalap top, jadi memiliki salah satu antara Jorge atau Casey (Stoner) adalah hal yang penting. Tidak ada alasan untuk menunggu, jadi kami mungkin akan bergerak lebih awal,"kata Lin Jarvis pada Motorcyclenews.
Untuk negosiasi kontrak Jorge Lorenzo sendiri, Lin mengaku optimis bisa mengamankan tanda tangan pembalap asal Spanyol itu. Pasalnya, hubungan Yamaha dan Lorenzo selama ini cukup baik. Selain itu, Lin tahu kalau Lorenzo hanya akan mau bekerja dengan tim yang kompetitif dan Yamaha masuk dalam kategori tersebut.
"Saya pikir Jorge nyaman di Yamaha dan selama kita bisa saling sepaham satu sama lain dalah hal detil kontrak, saya pikir dia tidak akan melirik tim lain. Salah satu faktor kuncinya adalah apakah motor 1000cc baru kami kompetitif dan saya sangat yakin tentang itu," tutup Lim Jarvis.
Kontrak Lorenzo sendiri akan berakhir pada akhir musim 2012 nanti. Bersama Lorenzo, masih ada Casey Stoner, Dani Pedrosa, dan Valentino Rossi, yang kontraknya juga akan berakhir pada akhir musim 2012 nanti.

Musim 2012, Suzuki Mundur dari Ajang MotoGP

Suzuki sudah mengkonfirmasi jika mereka akan mundur dari perhelatan ajang MotoGP musim depan, tapi absennya mereka hanya untuk sementara dan tetap membuka peluang untuk kembali lagi di musim balap 2014.
Selama berbulan-bulan, masa depan dari program MotoGP Suzuki tidak jelas, dengan mengurangi pengerjaan motor hanya menjadi satu motor di musim ini yang secara luas dianggap sebagai awal untuk penarikan secara penuh.
Suzuki tidak mengikuti jejak dari tim-tim seperti Honda, Ducati dan Yamaha yang mempublikasikan pengetesan motor berkapasitas 1000cc untuk aturan di musim 2012.
Meskipun ada yang mengatakan kalau motor tersebut sedang dalam tahap pengembangan dan tim pabrikan tersebut akan memulai musim baru dengan mesin lama berkapasitas 800cc sebelum menggantinya dengan motor baru di akhir tahun ini.
Tapi kini, Suzuki sudah mengeluarkan sebuah pernyataan yang menyalahkan keadaan ekonomi global untuk keputusan mereka yang menunda program MotoGP paling tidak selama dua musim.
"Suzuki Motor Corporation sudah memutuskan untuk menunda secara sementara berpartisipasi dalam FIM Road Racing Grand Prix MotoGP mulai dari 2012," ujar pernyataan resmi Suzuki yang dikutip autosport.
"Penundaan ini berkaitan dengan situasi sulit yang secara umum disebabkan karena resesi berkepanjangan di negara-negara berkembang, apresiasi sejarah terhadap Yen Jepang dan berulangnya bencana alam."
"Menatap akan kembali lagi ke ajang MotoGP di 2014, Suzuki kini akan menfokuskan pada pengembangan sebuah mesin balap baru yang sangat kompetitif untuk kelas tersebut."
"Suzuki akan tetap melanjutkan aktivitas di balapan motocross dan tetap mendukung aktivitas road-racing yang mempergunakan motor-motor yang diproduksi secara masal, dengan mendapatkan pengesahan dari FIM dan bekerjasama dengan para penyuplai untuk pengembangan peralatan-peralatan balap."
Pebalap Suzuki di musim 2011, Alvaro Bautista, sudah sepakat untuk bergabung dengan tim Gresini Honda pada musim balap tahun depan. Tim juga sudah menguji eks pebalap Pramac Ducati, Randy de Puniet, di Valencia pada akhir pekan lalu.
Kemenangan terbaru yang pernah diraih Suzuki di ajang MotoGP adalah sewaktu Chris Vermeulen berhasil mengangkat trofi di Grand Prix Prancis pada tahun 2007, dengan Kenny Roberts Jr yang menjadi pebalap terakhir yang mampu meraih kesuksesan menjuarai ajang MotoGP dengan tunggangan Suzuki di tahun 2000.

Button Yakin Bisa Kalahkan Red Bull Musim Depan

Jenson Button yakin bisa mengalahkan pembalap-pembalap tim Red Bull dan menjuarai F1 musim depan.
Menurut pembalap McLaren Mercedes itu, ia dan timnya telah berkembang cukup pesat pada musim lalu. Kini semuanya semakin padu karena persiapannya bersama McLaren Mercedes semakin baik. Karena alasan itu, Button pun yakin ia bersama timnya bisa mengalahkan pembalap=-pembalap dan tim Red Bull musim depan.

"Kami belum cukup banyak memenangi kejuaran dunia dalam dua tahun terakhir, tapi saya telah berhasil memenangi beberapa balapan bersama tim ini dan saya rasa waktu kami telah tiba. Kami berada di posisi yang baik atau mungkin lebih baik. Jadi kami sangat bersemangat menunggu musim 2012," ujar pembalap asal Inggris itu di Aurosport.

Button sendiri hanya memenangi dua race musim lalu. Sedangkan rekannya, Lewis Hamilton, juga hanya memenangi tiga race. Dengan catatan itu, mereka kalah dominan dari pembalap-pembalap Red Bull khususnya Sebastian Vettel, yang memenangi 11 race dari 19 race yang diselenggarakan F1 musim lalu.

Minggu, 23 Oktober 2011

Cedera Parah, Simoncelli Meninggal


Kabar buruk menyelimuti perhelatan ajang MotoGP Malaysia yang berlangsung di sirkuit Sepang pada hari ini, Ahad (23/10), pebalap tim Gresini Honda, Marco Simoncelli, akhirnya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan yang cukup hebat.
Simoncelli meninggal dunia karena menderita cedera parah setelah terlibat insiden tabrakan di lap kedua yang melibatkan Colin Edwards dan Valentino Rossi.
Dalam tayangan ulang terlihat ketika Simoncelli bertarung melawan Alvaro Bautista di tikungan untuk memperebutkan posisi empat di lap kedua, pebalap dari tim Gresini Honda ini kehilangan kontrol motornya saat di tikungan dan akhirnya menabrak Edwards dan Rossi.
Sewaktu terjadinya insiden tersebut, Simoncelli yang terjatuh terlihat tergeletak pingsan di lintasan balap. Selain itu, helm yang dipergunakan oleh Simoncelli tampak terlepas dari kepalanya sehingga membuat balapan harus dihentikan.
Sementara Edwards yang juga terlibat dalam insiden tersebut juga dikabarkan menderita cedera bahu, sedangkan Rossi tidak menderita cedera dan mampu untuk melanjutkan balapan.
Setelah mendapat penanganan dari tim medis, penyelenggara balapan akhirnya secara resmi memutuskan untuk membatalkan balapan MotoGP Malaysia setelah mendapat keterangan dari tim medis yang menyatakan bahwa meskipun Simoncelli sempat sadar, tapi kini kondisinya semakin kritis akibat insiden tersebut.
Meskipun sudah mendapatkan penanganan medis, Simoncelli, pebalap berusia 24 tahun ini, akhirnya tidak bisa bertahan dan meninggal dunia akibat cedera parah yang dideritanya.

Jumat, 25 Maret 2011

Button dan Hamilton berkuasa

Setelah sesi latihan bebas pertama GP Australia mutlak jadi milik Red Bull, latihan bebas kedua jadi milik McLaren. Jenson Button dan Lewis Hamilton berhasil tampil di dua posisi teratas.

Menempuh 32 lap di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Jumat (25/3/2011), Button tampil sebagai yang tercepat. Juara dunia 2009 itu membukukan waktu terbaik 1 menit 25,854 detik.

Hamilton yang merupakan rekan setim Button mengekor di posisi kedua. Jawara sejagat tahun 2008 tersebut menorehkan waktu terbaik 1 menit 25,986 detik alias cuma defisit 0,132 detik dari Button.

Sebastian Vettel yang menjadi penguasa sesi pertama kali ini harus puas di posisi keempat dengan waktu 1 menit 26,014 detik. Di atasnya, ada pembalap Ferrari, Fernando Alonso, dengan 1 menit 26,001 detik.

Berturut-turut di posisi kelima dan keenam adalah Mark Webber (Red Bull) dengan waktu 1 menit 26,283 detik dan Michael Schumacher (Mercedes GP) dengan waktu 1 menit 26,590 detik.

Hasil FP II GP Australia
Pos Pembalap Tim Waktu Lap
1. Button McLaren-Mercedes 1m25.854s 32
2. Hamilton McLaren-Mercedes 1m25.986s 31
3. Alonso Ferrari 1m26.001s 28
4. Vettel Red Bull-Renault 1m26.014s 35
5. Webber Red Bull-Renault 1m26.283s 33
6. Schumacher Mercedes 1m26.590s 31
7. Massa Ferrari 1m26.789s 34
8. Perez Sauber-Ferrari 1m27.101s 39
9. Barrichello Williams-Cosworth 1m27.280s 34
10. Rosberg Mercedes 1m27.448s 23
11. Alguersuari Toro Rosso-Ferrari 1m27.525s 31
12. Petrov Renault 1m27.528s 29
13. Heidfeld Renault 1m27.536s 22
14. Buemi Toro Rosso-Ferrari 1m27.697s 30
15. Kobayashi Sauber-Ferrari 1m28.095s 35
16. di Resta Force India-Mercedes 1m28.376s 33
17. Sutil Force India-Mercedes 1m28.583s 31
18. Maldonado Williams-Cosworth 1m29.386s 29
19. Kovalainen Lotus-Renault 1m30.829s 22
20. Trulli Lotus-Renault 1m30.912s 23
21. D'Ambrosio Virgin-Cosworth 1m32.106s 36
22. Glock Virgin-Cosworth 1m32.135s 30
23. Liuzzi HRT-Cosworth No time 1

Mercedes akan menyalip Red Bull


Red Bull Racing dengan paket mobilnya saat ini dijagokan bakal kembali berjaya di gelaran F1 musim ini. Tapi Mercedes GP mengaku siap bersaing dengan kekuatan 'Banteng Merah'.

Mercedes tampil memukau saat tes pramusim terakhir yang dilangsungkan di Barcelona pekan lalu. Sempat terseok-seok di awal tes, Mercedes menutup tes itu dengan menempatkan Michael Schumacher sebagai pembalap tercepat sekaligus mencatat waktu terbaik selama tes tersebut.

Hasil itu membuktikan jika Mercedes W02 sudah mumpuni untuk bersaing dengan Red Bull atau Ferrari yang diprediksi bakal merajai musim ini. Mereka pun sudah diprediksi bakal bisa membuat kejutan di musim 2011 ini.

Hal yang mana langsung melambungkan asa Schumi yang yakin jika timnya mampu berbicara banyak musim ini setelah musim lalu tampil kurang mengesankan.

"Saya sudah tak sabar (segera membalap) setelah tes di musim dingin kemarin. Mercedes membuat perubahan besar dengan mobil musim ini. Terbayar sudah jika melihat mobil ini sangat mumpuni," ujar Schumi di Autosport.

"Tinggal bagaimana kami membuktikannya akhir pekani ni dan kami berkesempatan untuk membuktikan dengan hasil yang baik. Bagaimanapun kami tidak boleh terlalu percaya diri dan melihat kenyataan jika Red Bull Racing adalah tim yang harus dikalahkan," sambungnya.

Schumi pun berkesempatan langsung membuktikan ucapannya pada seri pembuka di GP Australia akhir pekan ini. Musim lalu pembalap asal Jerman itu hanya mampu finis di urutan ke-10.

"Saya pikir tim ini akan memainkan peran penting di belakang mereka dan siapapun yang ada di belakang Red Bull, saya melihat Ferrari, Renault pun bagus, Wlliams cukup bagus dan McLaren tidak boleh dilupakan karena saya mengharapkan mereka lebih kuat daripada saat tes."

"Dan kami dengan paket ini, saya melihat ada kesempatan yang bisa kami ambil untuk menjadi kedua terbaik dalam soal kecepatan," tutup juara dunia tujuh kali itu.

Hasil di Losail tak serupa di Jerez


Empat motor bermesin Honda duduk di lima posisi teratas MotoGP Qatar. Di seri kedua yang akan dilangsungkan di Jerez, Jorge Lorenzo mengingatkan kalau hasilnya bisa berbeda.

Lorenzo harus puas duduk di posisi dua dalam balapan malam di Losail, Minggu (20/3/2011) lalu. Dia kalah atas Casey Stoner yang jadi juara dan unggul dari Dani Pedrosa yang menempati urutan ketiga.

Sebagaimana diprediksi sebelumnya, dominasi Honda pada sesi tes pra musim berlanjut dalam balapan tersebut. Lorenzo tercatat sebagai satu-satunya pembalap non-Honda di posisi lima besar.

Untuk balapan berikutnya di MotoGP Spanyol pada 3 April, Lorenzo menyebut kalau mereka yang tampil bagus di Losail belum tentu akan bisa mengulang keberhasilan yang sama.

"Mereka yang dapat hasil bagus di Qatar tak berarti akan meraih hasil yang bagus juga di Jerez," seru Lorenzo di Marca.

Lorenzo, yang musim lalu jadi juara dengan mengumpulkan sembilan kemenangan dari 18 seri, tak menyangkal kalau kebangkitan Honda di tahun ini akan membuat persaiangan makin sengit. Namun dia menegaskan siap berkompetisi sampai akhir musim.

"Saya tahu perjuangan menjadi juara dunia tahun ini akan menuntut kemampuan melebihi batas, paling tidak sampai ada pengembangan (motor), tapi saya menerima itu."

"Menjadi juara tak selalu melekat dengan hal itu (merasakan tekanan), itu sesuatu yang merugikan, menjadi juara harus melewati berbagai momen yang sulit dan saat Anda mendapatkannya Anda harus merasa bangga. Tapi saya sudah melupakan itu, di musim yang barukita harus memulai lagi dari awal," tuntas Lorenzo.

Spies akui potensi Yamaha


Yamaha harus mengakui keunggulan Honda di seri pertama MotoGP 2011. Meski sang kompetitor menunjukkan kemajuan pesat, Ben Spies punya keyakinan besar akan potensi hebat yang dimiliki motornya.

Yamaha memang mampu menempatkan Jorge Lorenzo di podium kedua pada balapan MotoGP Qatar akhir pekan lalu. Namun secara umum Honda mampu mendominasi jalannya seri pembuka di Sirkuit Losail.

Honda malah sudah mempertunjukkan keunggulannya sejak ujicoba pra musim, di mana mereka selalu mampu mengalahkan pesaing-pesaingnya untuk menjadi yang tercepat. Kondisi tersebut jelas merupakan ancaman buat Yamaha, yang musim lalu menyapu bersih gelar juara dunia pembalap dan konstruktor.

Terkait posisi timnya yang sementara tertinggal, Ben Spies mengaku tidak khawatir. Tak seperti lawannya yang dia sebut cuma unggul di sirkuit-sirkuit tertentu, motor miliknya mampu tampil bagus di semua lintasan. Intinya, potensi terbesar Yamaha adalah konsistensi.

"Tahun lalu kita lihat Yamaha bekerja dengan sangat baik di semua lintasan. Yamaha tidak benar-benar kuat di satu trek, di mana Honda sangat baik di beberapa lintasan dan tidak di lintasan lain, dan Ducati yang punya kecenderungan sama," sahut Spies di MCN.

"Saya pikir kondisinya sama seperti tahun lalu, meski Honda terlihat sudah memecahkan masalah yang terkait dengan konsistensi pada motor mereka. Saya pikir konsistensi adalah poin terkuat Yamaha," lanjut Spies.

Dilanjutkan pembalap asal Amerika Serikat tersebut, kekuatan sebenarnya sebuah tim akan diketahui setelah melewati tiga balapan. Dari situlah dapat dilihat apa kekurangan dan kelebihan masing-masing tunggangan.

"Di balapan ketiga musim semua orang akan tahu apa yang akan terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Kami bekerja dengan apa yang kami miliki. Anda bisa melihat Jorge Lorenzo sebagai pembanding karena dia tahun lalu sangat cepat dan sekarang tak kelihatan kalau dia melambat,"

"Kami mungkin harus memecahkan beberapa masalah tapi secara keseluruhan paket motor bagus. Kami tahu keseimbangan motor dalam kondisi bagus dan kami tak akan menemui masalah besar," tuntas juara dunia Superbike 2009 itu.

Indonesia juga turut andil di Losail


Tak banyak orang tahu bahwa ada orang Indonesia yang ikut sibuk mengurusi kemilau balapan malam MotoGP Qatar 2011. Berikut ini cerita dua sosok dari sirkuit Losail, yang ditemui wartawan detikSport Yuniarto di sela-sela hingar bingar MotoGP Qatar akhir pekan lalu:

Bambang Gunardi




Ditemui di ruang kerjanya di sirkuit Losail, sosok yang sangat rendah hati dan murah senyum ini masih terlihat bugar di usianya yg menginjak 69 tahun. Siapa yang sangka beliau diberi mandat sebagai salah satu juri di ajang bergengsi tersebut.

Kurang lebih 15 tahun Bambang berkiprah di FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) bukanlah sebuah pencapaian yang mudah. Apalagi jika dilihat bahwa sedikit sekali orang Asia yang bisa masuk dalam organisasi bergengsi ini. Saat ini di biro yan dia tangani, Bambang adalah orang Asia satu-satunya. Wow!

Bercerita lebih lanjut tentang Bambang, saat ini ia juga menjabat sebagai Sportive Adviser untuk QMMF (Qatar Motor & Motorcyle Federation). Lontaran-lontaran pikiran dia dijadikan bahan pertimbangan oleh pengurus QMMF untuk lebih mengembangkan olahraga ini agar semakin populer di masyarakat Qatar. Bisa dilihat dari tahun ke tahun penonton balapan MotoGP makin lama semakin baik. Yang asalnya tribun penonton yang relatif kosong saat 3-4 tahun lalu, kini sirkuit nyaris selalu penuh.

Ide lain Bambang adalah, marshall yang sebelumnya harus didatangkan dari negara-negara Eropa di setiap seri, secara bertahap mulai bergantian dengan local resources dari Qatar. Di musim 2011 ini bahkan sudah tidak ada lagi marshall "impor", dan itu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat Qatar.

Keterlibatan Bambang tidak lepas dari ambisi Qatar untuk leading dalam olahraga balapan motor ini. Di saat negara-negara di sekitar Qatar lebih melirik Grand Prix Formula 1, Qatar tetap konsisten untuk menjadi tuan rumah MotoGP.

Bambang yang juga General Manager dari IndoSpeed Management ini mengatakan, dirinya sangat gembira dengan keterlibatan orang Indonesia di Losail, termasuk ketika Doni Tata Pradita sempat tampil di kelas 250cc di tahun 2008. Doni rencananya akan tampil memperkuat tim Yamaha Racing Indonesia Team di ajang Asia Road Racing Championship 2011, yang salah satu serinya adalah di Losail.

Fahmi Khatab




Siapa sangka pemuda yg baru berusia 23 tahun ini sudah dipercaya sebagai Chief time keeper di sirkuit Losail. Khusus untuk kegiatan MotoGP yang semua kepanitiaan inti harus dari Dorna, maka tugas Fahmi adalah mengurusi time keeping & data processing system.

Fahmi mulai tertarik dengan dunia ini saat memasuki bangku kuliah di tahun 2004. Karirnya di mulai saat menjadi marshall di sirkuit ini, kemudian menjadi koordinator media dan terakhir menjadi staf tetap di sirkuit Losail di posisinya sekarang ini.

Lulusan B.A jurusan Komunikasi Massa ini dikenal sangat luwes bergaul dengan rekan-rekannya dari manca negara. Walau pekerjaan ini lebih merupakan hobi, tapi Fahmi berniat untuk tetap mengambil peran dan bergabung dengan Motorsport Association.

Satu yang mengesankan buat dirinya sebagai time keeping officer adalah saat race berlangsung, dirinya dan rekan-rekan pun seolah sedang mengalami balapan tersebut. Mereka harus siap agar semua sistem berjalan dengan baik selama 25 lap, serta selalu siaga melihat jalannnya race terutama, termasuk harus menghentikannya jika ada red flag dikibarkan.

"Asyik sekali mendengar suara motor-motor itu melintas, dan saya terharu dengan mekanik dari setiap tim, bagaimana mereka mengerjakan motor-motornya," ujar Fahmi.

Pemuda yang berniat untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke S2 ini sangat berharap Indonesia bisa pula menjadi tuan rumah MotoGP di masa mendatang.

Fakta dibalik nomor sang Rider



#4 ANDREA DOVIZIOSO

waktu di kelas 250cc doi pake nomor 34, karena doi mengidolakan Kevin Schwantz…

waktu naik kelas ke MotoGP Dovi tidak bisa lagi meggunakan nomor 34, karena nomor 34 di pensiunkan sebagai penghormatan kepada MotoGP legend tersebut… jadi Dovi menggunakan nomor start 4 di motornya.

#5 COLIN EDWARDS

mengapa pembalab Mantan Juara WSBK ini memakai nomor 5?

ternyata Edwards memakai nomor ini karena berharap mengulang sejarahnya di WSBK. Saat Edwards masih berlaga pada tahun 1998 di WSBK, Colin Edwards memakai nomor 45 dan di akhir musim dia berada di posisi 5 klasemen. Lalu di tahun selanjutnya, Edwards memakai nomor 5 dan berada di posisi runner up (2), dan setelah memilih angka 2 sebagai nomor start pada tahun 2000, edwards berhasil menjadi Juara Dunia WorldSuperBiKe. Begitu juga pada saat Edwards berlaga dengan nomor start 45 di MotoGp pada tahun 2003, dia meraih posisi 5 klasemen.. Sehingga sekarang Edwards memakai nomor 5 untuk mengulang sejarah masa lalunya.

#7 HIROSHI AOYAMA

Aoyama merupakan juara dunia MotoGP kelas 250cc yang terakhir tahun 2009, sebab kelas 250cc sekarang sudah digantikan kelas 600cc atau yang disebut Moto2. kenapa Aoyama memakai nomor star 7? dan bukan memakai nomor 4 seperti nomor disaat dia menjadi juara dunia 250cc? tenyata selain nomor 4 sudah dipakai oleh Dovizioso, alasan pemakaian nomor 7 karena aoyama terinspirasi dari pembalap daijiro kato yang memakai nomor 74 sebelum meninggal dalam balapan MotoGP. Karena sebelumnya sudah memakai nomor 4, maka Aoyama memilih nomor 7 untuk start numbernya.

#11 BEN SPIES

kenapa spies memakai nomor 11 sebagai start number ny ? bukan 19 seperti yang dia pakai dalam memenangkan juara dunia WSBK 2009?

ternyata ada beberapa hal menarik yang menyebabkan spies memakai nomor 11.

1. karena nomor 19 sudah dipakai Alvaro Bautista sebagai start number nya

2. karena nomor 11 merupakan nomor yang dipakai spies saat berada di AMA Superbike dan berhasil menjadi juara umum sebanyak 3 kali

3. Spies memilih nomor 11 karena fakta ini : ” Ben Spies lahir bulan juli 1984 pada tanggal 11.di tahun k-1 ny di wsbk, spies langsung menjadi yang nomor 1 dan meraih 11 kali poleposition. Spies juga menjadi orang ke 1 yang menjadi penempat klasemen nomor 1 dari yamaha “

#14 RANDY DE PUNIET

Mengenai alasan pemakaian nomor 14 pada motornya kurang ada penjelasan yang sempurna, namun katanya. Randy sebenarnya menginginkan nomor 7. Tapi pada saat ia ingin memulai debutnya. carlos checa masih menggunakan nomor tersebut. Maka randy memeakai nomor 14 dengan alasan dia adalah pembalab nomor 7 ke 2 ( 7 x 2 = 14 ).

#26 DANI PEDROSA

Dani selama ini memang dikenal memakai nomor 26 sebagai racing numbernya. namun dalam beberapa tahun lalu. dia memakai nomor 2 dan 3. pemakaian nomor 2 itu dikarenakan ia berhasil menjadi runner up pada tahun 2007. sedangkan nomor 3 dipakai karena berada pada posisi klasemen 3 pada tahun 2008.

Namun walau pun berada di posisi 3 pada klasemen 2009. Dani tidak memakai nomor 3.. krena selama ini fans ny lebih mengenalnya dengan nomor 26. Nomor 26 ini didapat karena dia mendapatkannya dari konselornya pada tahun 2001 (Alberto Puig)

#27 CASEY STONER

Ia memulai debut balap GP motor sebagai pembalap wild card di sirkuit Donington Park, GP Inggris kelas 125cc pada tahun 2001. Musim 2007 Stoner direkrut oleh Ducati Marlboro Team untuk menggantikan Sete Gibernau yang pensiun di akhir 2006. Bersama Ducati, ia menjadi juara di Grand Prix Qatar, Turki, Shanghai, Catalunya, Donington, Brno, Laguna Seca, Sepang, Philip Island. Memimpin klasemen Juara Dunia dengan nilai 367, dengan Valentino Rossi di tempat ketiga dan di tempat kedua yaitu Dani Pedrosa. Casey memiliki alasan yang sama dengan pedrosa dalam pemakaian nomor balap nya. Nomor 27 yang menjadi trademark stoner didapat saat memulai balapan di tim Alberto Puig.

#40 HECTOR BARBERA

Hector Barbera memakai nomor 40 karena sponsor lama Hecor barbera sebuah stasiun radio di spanyol yang bernama Los 40 Principales. Angka 40 inilah yg dipakai Hector sebagai nomor startnya.

#41 ALEX ESPARGARO

Nomor 41 bagi Espargaro merupakan nomor yang merupakan inisial dari UI, pembalab jepang favoritnya yaitu Youichi Ui. Youichi juga memakai nomor 41 saat bermain di kelas 125cc tahun 1995.

#46 VALENTINO ROSSI

Dalam karirnya sepanjang GP Rossi selalu memakai nomor 46, ia memakai nomor itu setelah menonton aksi seorang pembalap wildcard Jepang bernomor 46 di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh Graziano Rossi, papanya ketika memenangkan lomba pertama dengan Morbidelli tahun 1979. Saat ini ia tetap memakai nomor 46 kebanggaanya itu dan tidak mengikuti juara dunia-juara dunia sebelumnya yang memilih berganti nomor 1 setelah mendapatkan titel juara dunia.

Nomor ini juga tidak akan tergantikan oleh siapapun selamanya di MotoGP.

Karena nomor ini telah ditetapkan sebagai nomor Rossi selamanya..

#69 NICKY HAYDEN

Angka 69 bagi hayden adalah nomor start yang dipakai bapaknya, Earl Hayden ketika membapal di Dirt Track. Hal itu karena bila motor yg dipakai loncat terbalik atau memutar di udara, nomor yang tertera akan tetap 69. Namun bagi Hayden nomor itu berarti lain. 69 merupakan kehidupan yang terkadang kita diatas (sukses) atau dibawah.

#99 JORGE LORENZO

99 merupakan racing number milik lorenzo..awalnya Lorenzo memakai nomor start 48. Namun setelah bertengkar dengan manajernya pada tahun 2008, dani amatriain, jorge meniggalkan nomor ini. Sebab 48 merupakan nomor yang diberikan oleh sang manejer. Lalu Jorge melakukan poling melalui blog dan fans club nya untuk menentukan nomor yang akan dipakai nya.

nomor tersebut adalah 23,99,87 dan 48 (kok masih ada no 48)

Melalui poling tersebut, dipilihlah nomor 99 karena banyak peminatnya.

Bagi jorge sendiri, nomor ini menjadi awal baru perjalanan karirnya terlepas dari sang manejer (Dani Amatriain). Akan tetapi musim 2011 sekarang, sang juara dunia 2010 ini mengunakan no 1, No itu di pake karna tahun 2010 dia bisa menjadi sang juara dunia alias rider No 1 musim 2010, dan juga olahan huruf dari inisial namanya, JL (Jorge Lorenzo).

Senin, 21 Maret 2011

Rossi masih terkendala oleh Bahunya


Rossi tidak berhasil menjalani debut manis bersama Ducati setelah hanya finis di posisi tujuh dalam balapan perdana musim 2011 di Losail, Senin (21/3/2011) dinihari WIB.

Pembalap yang musim lalu membela panji Yamaha itu sebenarnya memulai dengan cukup baik. Start dari posisi sembilan, ia selama sesaat sempat menyodok ke posisi dua di tikungan pertama.

"Aku start dengan bagus dan itu adalah sebuah perasaan yang menyenangkan karena horsepower yang dimiliki motor ini sangat membantu," kata Rossi di Autosport.

Rossi sempat merasa bertarung untuk posisi empat masih memungkinkan. Namun, perjuangannya kemudian mengendur karena terganggu masalah nyeri di bahu.

"Aku membuat kesalahan di tikungan pertama, ini sangat disayangkan karena aku jadi terhambat di belakang (Hector) Barbera untuk beberapa lap. Kalau tidak, aku bisa saja lebih dekat ke (Marco) Simoncelli dan (Andrea) Dovizioso, karena ada satu periode di mana aku sempat berdekatan dengan mereka."

"Tapi aku tidak akan bisa mengalahkan mereka karena di akhir balapan aku tidak lagi bisa berkendara seperti biasanya. Aku tak merujuk kepada Ducati karena bahkan tahun lalu, usai bahuku cedera, aku mengalami masalah serupa di sesi-sesi akhir balapan, dan karena dua motor itu sangat berbeda, artinya masalah itu dikarenakan kondisi fisikku," papar Rossi.

Menyebut masalah fisik telah memainkan peranan besar dalam balapan di MotoGP Qatar, Rossi juga mengakui masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di Ducati.

"Kami harus meningkatkan kinerja motor karena pembalap yang lain jelas sudah membuat langkah maju sejak tahun lalu," tegas Rossi.

Lorenzo podium kedua




Losail - Jorge Lorenzo mengawali musim ini dengan finis di urutan kedua MotoGP Qatar. Meski tak berhasil menjuarainya namun baik Lorenzo maupun tim Yamaha sudah puas dengan pecapaian itu, terkait performa buruk mereka di sesi pra musim.

Dalam balapan pembuka musim baru di sirkuit Losail, Senin (21/3/2011) dinihari tadi, Lorenzo yang start dari urutan ketiga berhasil menampilkan performa terbaiknya.

Meski harus bersaing dengan duo Honda yang lebih dominan, Casey Stoner dan Dani Pedrosa, Lorenzo masih bisa survive di tiga besar selama 23 lap untuk finis di belakang Stoner.

Ini boleh dibilang raihan yang positif mengingat performa Yamaha di tes pra musim tidaklah bagus dan Lorenzo sendiri seperti belum sreg dengan motor barunya. Namun hasil di Qatar memperlihatkan sebaliknya dan finis di urutan kedua diakui Lorenzo lebih berarti dibanding menjadi juara.

"Aku pikir aku lebih bangga bisa naik podium daripada kemenangan dalam balapan ini. Itu yang kurasakan malam ini. Aku sagat bangga akan diriku dan timku yang tak pernah menyerah dan selalu bekerja semampu mereka untuk memberikan yang terbaik bagiku," sahut Lorenzo di Crash.

Hal senada pun diungkapkan manajer tim Wilco Zeelenberg yang menilai Lorenzo sudah tampil semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik untuk 'Tim Garpu Tala'. Ini juga bisa jadi sinyal bahwa Lorenzo sudah bisa bersaing dengan duo Honda yang tampil impresif sejak pra musim lalu.

"Jorge membalap dengan hati yang besar. Menakjubkan melihatnya sudah bisa beradaptasi dengan kompetisi dan membalap dengan berani di lap-lap awal," ucap Zeelenberg.

"Kami melihat musim ini akan berjalan tidak mudah namun kami dapat melihat jika Lorenzo dapat bersaing. Saya sangat bangga dengannya, yang tadi adalah balapan fantastis," tuntasnya.